Custom Search

Pendeta Ditusuk di HKBP Ciketing Bekasi, Presiden Minta Pemuka Agama Waspadai Adu Domba

BEKASI-JAKARTA

Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merasa prihatin atas kasus penganiayaan kepada dua jemaat HKBP di Bekasi. Presiden, kata Julian, meminta polisi dan pemuka agama mewaspadai adanya upaya oknum memancing kerusuhan dalam kerukunan beragama.

"Ke depan hal ini menjadi pembelajaran bagi seluruh masyarakat termasuk jajaran Kepolisian dan juga pemuka agama untuk waspada," kata Julian saat dihubungi, Senin (13/9).

Sebelumnya, dua jemaat HKBP dianiaya kelompok tidak dikenal. Salah satu jemaat ditusuk pada bagian perut dan mengalami pendarahan, sedangkan satu jemaat lagi terkena pukulan benda tumpul pada kepala.

Julian mengatakan, berdasarkan penjelasan kepolisian, aksi kekerasan ini murni kriminal biasa. Jadi, kata dia, tidak boleh diinterprestasikan sebagai hal yang meluas menjadi sebagai konflik agama.

"Tidak ada hubungan dengan agama di sini. Dia tidak mewakili agama tertentu dan tidak juga mengatasnamakan agama tertentu. Ini sedang kita proses," kata Julian. Dia mengatakan kasus ini tidak boleh menyulut sentimen agama.

Presiden, lanjut Julian, langsung mengutus Menteri Kesehatan Endang Sedyaningsih untuk memantau pengobatan korban penusukan. "Agar memastikan paramedis memberi yang terbaik untuk menangani korban kedua orang yang jadi korban kemarin," katanya.

Kepada jajaran keamanan, Presiden juga telah menginstruksikan secepat mungkin untuk menangkap, menindak dan memproses sesuai dengan hukum yang berlaku pada pelaku penusukan.

Kasus ini, kata dia, jika dikaitkan dengan eskalasi ketertiban, politik, keamanan memang belum dianggap sebagai suatu serius. "Jadi sesungguhnya juga terlalu jauh kalau dikembangkan sedemikian rupa sehingga sebagai suatu hal yang berkaitan langsung dengan keamanan dan ketertiban nasional," katanya.

Oleh sebab itu, kata Julian, Presiden meminta bidang Agama dan Kesejahteraab Rakyat akan memberikan pencerahan dan sosialisasi ke publik agar masyarakat waspada dan saling menjaga serta tidak mudah disusupi kepentingan tertentu.(TEMPO Interaktif, Jakarta)

http://bekasijakarta.blogspot.com/
Terima kasih sudah menyempatkan diri mengunjungi halaman ini.Situs web ini bersifat non komersial, karena itu tidak dirancang untuk memperoleh keuntungan materi. Akan tetapi besarnya biaya bulanan untuk membuat situs ini tetap eksis merupakan kesulitan utama dalam mempertahankan dan meningkatkan situs ini.Jika Anda menyukai situs web ini, Anda bisa membantu untuk membuatnya lebih baik. Untuk pengembangan website ini kami membutuhkan sumbangan anda, klik logo DONATE dibawah ini:



Kiriman sekecil apa pun akan sangat berharga bagi masa depan situs ini selanjutnya. Terima kasih sebelumnya atas dukungan Anda.

0 comments:

Post a Comment

 
Custom Search