Custom Search

Gerakan Aku Cinta Indonesia

http://jeparamebel.com/wp-content/uploads/logo-aku-cinta-indonesia.jpg

BEKASI-JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa kampanye gerakan “Aku Cinta Indonesia” dan peluncuran logo “100 Persen Cinta Indonesia” bukan merupakan gerakan proteksionisme.

Hal itu dikemukakan oleh Presiden Yudhoyono di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Rabu, saat meluncurkan Gerakan dan Logo Aku Cinta Produk Indonesia.

“Gerakan aku cinta Indonesia bukan gerakan proteksionisme karena kalau proteksionime kita melakukan penghambatan impor barang, menaikkan tarif dan lain-lain,” kata Presiden.

Menurut Kepala Negara, Indonesia sebagai salah satu anggota G20 tetap memegang komitmen bersama hasil pertemuan puncak G20 di London Maret lalu untuk mencegah proteksionisme. “Kita (tetap) ingin perdagangan internasional berjalan dengan baik,” katanya.

Presiden mengatakan melalui Kampanye Aku Cinta Indonesia dan peluncuran Logo 100 Cinta Indonesia, pemerintah menginginkan hadirnya produk-produk Indonesia yang memiliki mutu baik dan harga bersaing serta diterima baik oleh masyarakat Indonesia.

Pada kesempatan itu Kepala Negara juga menekankan arti pentingnya mendorong sektor riil untuk mengatasi krisis ekonomi global. Disebutkan pula mengenai kontribusi industri kreatif dan kerajinan terhadap pertumbuhan ekonomi yang mencapai 6,3 persen dan 1,8 persen.

Jumlah industri kreatif di Indonesia yang mencapai 2,2 juta juga disebutkan mampu menyerap tenaga kerja hingga 5,4 juta orang. Sementara itu jumlah industri kerajinan yang berjumlah 700 ribu menyerap 1,8 juta tenaga kerja.

Lebih lanjut Presiden juga menggarisbawahi keperluan untuk tetap menjaga stabilitas politik dan keamanan dalam negeri guna menjamin keberlangsungan pertumbuhan ekonomi.

Pada kuartal pertama 2009, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,6-4,8 persen atau nomor tiga setelah China dan India. Suatu capaian yang baik di tengah-tengah pertumbuhan ekonomi dunia yang minus.

Sementara itu Menteri Perdagangan Mari Pangestu mengatakan kampanye Gerakan “Aku Cinta Indonesia” bertujuan untuk menggugah rasa bangga terhadap produk Indonesia.

“Kegiatan kampanye itu harus melibatkan seluruh komponen Bangsa, baik sektor pemerintah, swasta dan kaum intelektual sebagai kreator produk kreatif Indonesia dan masyarakat umum selaku konsumen, serta sektor media untuk mempromosikan gerakan ini,” katanya.

Untuk itu, lanjut dia, perlu dilakukan suatu rangkaian kegiatan jangka panjang yang terpadu dan berkelanjutan, mencakup empat tahapan kegiatan yaitu membangun kesadaran (awareness), membangun minat (interest), menumbuhkan rasa setia (desire), dan tahapan bertindak mengajak pihak lain (action).

Sedangkan “Logo 100% Cinta Indonesia” memiliki makna yang mudah dimengerti oleh berbagai bangsa dan merupakan petunjuk yang mengingatkan dan menyadarkan bahwa Indonesia pantas maju sebagai bangsa kreatif.

Warna-warni yang ada pada logo merefleksikan keragaman dan kekayaan sumber daya, budaya dan kreatifitas Bangsa Indonesia. Huruf yang tidak penuh seolah terpotong menunjukkan bahwa kreatifitas bangsa Indonesia tidak terbatas. (Ant-tvone.co.id)



0 comments:

Post a Comment

 
Custom Search