Custom Search

Situasi Memanas, Mega Gelar Rapat Dadakan

BEKASI-JAKARTA

http://www.kompas.com/data/photo/2008/05/07/173129p.jpg

Ketua Umum PDI Perjuangan akan menggelar rapat DPP di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (14/10) siang. Wasekjen PDI Perjuangan Agnita Singadikane membenarkan adanya rapat yang akan dihadiri oleh para pengurus DPP. "Ya, nanti siang sekitar pukul 12, ada rapat DPP yang akan dipimpin oleh Bu Mega," kata Agnita saat dihubungi Kompas.com.

Agnita mengaku belum mengetahui, apa materi rapat tersebut. "Saya juga belum tahu apa saja yang akan dibahas, tapi yang pasti mengenai perkembangan-perkembangan terkini," kata dia.

Sumber Kompas.com yang tak mau disebut namanya mengutarakan, rapat DPP yang akan digelar siang ini dijadwalkan secara mendadak. "Tadinya rapat dibatalkan. Tapi kemudian tiba-tiba diagendakan kembali karena situasi yang memanas," kata sumber tersebut.

Ia enggan menyebutkan "situasi memanas" apa yang dimaksud. Rapat DPP ini kemungkinan akan membahas mengenai sikap politik PDI Perjuangan lima tahun ke depan. Mega dikabarkan mengikuti keinginan arus bawah yang menghendaki PDI Perjuangan tetap sebagai oposisi. Namun, manuver sejumlah elite partai justru menunjukkan sikap sebaliknya, mendekat ke kekuasaan.

Seperti diketahui, pekan ini Presiden terpilih, Susilo Bambang Yudhoyono, akan mulai menyeleksi calon-calon menteri yang akan membantunya lima tahun ke depan. PDI-P yang selama ini selalu bersikap keras terhadap SBY terlihat melunak dengan terpilihnya Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDI-P Taufik Kiemas sebagai Ketua MPR, yang mendapat dukungan penuh dari Partai Demokrat.

SBY berulang kali berusaha merangkul PDI-P dan gagal. Kali ini, beredar informasi bahwa SBY bermaksud kembali merangkul partai pimpinan Megawati itu dengan mengakomodasi sejumlah kader partai di kabinet baru. Sejumlah nama yang disebut-sebut sebagai "warga" kabinet baru SBY adalah Pramono Anung, Puan Maharani, dan Tjahjo Kumolo.•KOMPAS.com

0 comments:

Post a Comment

 
Custom Search