Custom Search

Liga Champions, Potret Balance of Power

BEKASI-JAKARTA

http://media.vivanews.com/thumbs2/2008/09/23/54616_michel_platini_300_225.jpg


Juara bertahan Barcelona tumbang di tangan juara Rusia, Rubin Kazan. Hampir 60 persen tuan rumah gagal menang.

Itulah potret matchday 3 Liga Champions musim 2009/2010 yang digelar 20-21 Oktober 2009 waktu Eropa. Pentas kompetisi antarklub Benua Biru itu menjadi pentas kejutan.

Kemenangan Rubin Kazan paling menyita perhatian. Pun karena mereka baru sekali menjadi juara Liga Rusia, dan tentu saja baru kali pertama mencicipi kerasnya Liga Champions. Ajang termegah antarklub sepakbola Benua Biru itu.

Apalagi, yang dikalahkan Kazan adalah sang juara bertahan Barcelona yang sangat liat karena menyabet tiga trofi (treble winners): Liga Champions, Liga Spanyol (La Liga) dan Piala Raja Spanyol (Copa del Rey), musim lalu. Pun karena El Barca takluk di kandangnya, Camp Nou.

Sejenak flasback, Barca memang agak kesulitan melawan tim-tim Eropa Timur. Sebelum menjadi juara Liga Champions musim lalu, tim asuhan Pep Guardiola ini sempat takluk dari wakil Ukraina, Shakhtar Donetsk di fase grup.

Karena menduduki posisi 3 grup, Shakhtar terlempar ke Piala UEFA. Bahkan, akhirnya mereka menjadi juara Piala UEFA edisi terakhir (kini menjadi Liga Europa) itu.

Hasil-hasil selama matchday 3 juga mencengangkan. Pasalnya, hanya lima tuan rumah yang berhasil memenangkan pertandingan alias 58,3 persen tamu berhasil memenangi laga atau menahan seri tuan rumah.

Platini Tersenyum

Michael Platini jadi figur yang tersenyum atau paling renyah tertawa melihat fenomena hasil-hasil ini. Perimbangan kekuatan (balance of power) yang sangat dijunjung tinggi Presiden UEFA ini akhirnya memberikan hasil.

Robin Hood memang ingin membuat peta persaingan di Eropa menjadi lebih menarik. Pria Prancis yang ngetop bersama Juventus ini ingin menarik sebanyak mungkin tim semenjana ke kompetisi antarklub terelit di Benua Biru itu.

Kualifikasi yang mengadu tim-tim dari liga besar pun dilakukan. Tim-tim dari liga negara kecil diadu antar mereka sendiri.

Dan lahirlah FC Zurich (Swiss) yang mampu menaklukkan AC Milan. Juga sukses Rubin Kazan menghantam juara bertahan Barcelona.

Pentas bergelimang uang itu pun akhirnya bisa dinikmati bersama oleh tim-tim dari negara kecil. Pemerataan kemakmuran seperti yang diinginkan Platini pun tercapai.

Yang jelas, Liga Champions akan semakin ketat, seru dan menegangkan. Itu dipicu munculnya kekuatan-kekuatan baru di Benua Biru.

Alhasil, sponsor pun semakin banyak datang karenanya. Juga karena pangsa pasar yang tak terbatas kepada negara-bnegara besar Eropa saja.

Kompetisi yang susah ditebak sangat digemari pecandu sepakbola di seluruh dunia. Bukan begitu monsieur Platini?

Hasil Liga Champions Matchday 3
20 Oktober 2009
Grup E: Debreceni 3-4 Fiorentina, Liverpool 1-2 Lyon
Grup F: Barcelona 1-2 Rubin Kazan, Inter Milan 2-2 Kyiv
Grup G: Rangers 1-4 Unirea, Stuttgart 1-3 Sevilla
Grup H: Alkmaar 1-1 Arsenal, Olympiacos 2-1 Standard

21 Oktober 2009
Grup A: Bordeaux 2-1 Bayern, Juventus 1-0 Maccabi
Grup B: CSKA 0-1 Manchester United, Wolfsburg 0-0 Besiktas
Grup C: Real Madrid 2-3 AC Milan, Zurich 0-1 Marseille
Grup D: FC Porto 2-1 vs APOEL, Chelsea 4-0 Atl├ętico

• VIVAnews

0 comments:

Post a Comment

 
Custom Search