Custom Search

HUT Jakarta Ke-482

Jakarta, yang merupakan ibukota negara Indonesia akan berusia 482 tahun pada tanggal 22 Juni 2009 nanti. Jika dilihat dari usianya, Jakarta termasuk salah satu kota yang sudah tua. Teman-teman ingin melihat sisa bangunan tua yang ada di Jakarta? Coba kunjungi saja daerah Glodok atau Pasar baru. Di usianya yang ke-482, Jakarta sudah menjadi kota metropolitan. Kota yang kata orang semuanya tersedia. Kota yang banyak orang ingin mengunjunginya bahkan untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik. Sebelum membahas kota Jakarta lebih jauh, ada baiknya kita baca kilas balik sejarah Jakarta berikut.

Sejarah Jakarta

Sejarah Jakarta bermula dari sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung sekitar 500 tahun silam. Selama berabad-abad kemudian kota bandar ini berkembang menjadi pusat perdagangan internasional yang ramai. Pengetahuan awal mengenai Jakarta terkumpul sedikit melalui berbagai prasasti yang ditemukan di kawasan bandar tersebut. Keterangan mengenai kota Jakarta sampai dengan awal kedatangan para penjelajah Eropa dapat dikatakan sangat sedikit. Laporan para penulis Eropa abad ke-16 menyebutkan sebuah kota bernama Kalapa, yang tampaknya menjadi bandar utama bagi sebuah kerajaan Hindu bernama Sunda, beribukota Pajajaran, terletak sekitar 40 kilometer di pedalaman, dekat dengan kota Bogor sekarang.

Bangsa Portugis merupakan rombongan besar orang-orang Eropa pertama yang datang ke bandar Kalapa. Kota ini kemudian diserang oleh seorang muda usia, bernama Fatahillah, dari sebuah kerajaan yang berdekatan dengan Kalapa. Fatahillah mengubah nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta pada 22 Juni 1527. Tanggal inilah yang kini diperingati sebagai hari lahir kota Jakarta. Orang-orang Belanda datang pada akhir abad ke-16 dan kemudian menguasai Jayakarta.

Nama Jayakarta diganti menjadi Batavia. Keadaan alam Batavia yang berawa-rawa mirip dengan negeri Belanda, tanah air mereka. Mereka pun membangun kanal-kanal untuk melindungi Batavia dari ancaman banjir. Kegiatan pemerintahan kota dipusatkan di sekitar lapangan yang terletak sekitar 500 meter dari bandar. Mereka membangun balai kota yang anggun, yang merupakan kedudukan pusat pemerintahan kota Batavia. Lama-kelamaan kota Batavia berkembang ke arah selatan. Pertumbuhan yang pesat mengakibatkan keadaan lilngkungan cepat rusak, sehingga memaksa penguasa Belanda memindahkan pusat kegiatan pemerintahan ke kawasan yang lebih tinggi letaknya. Wilayah ini dinamakan Weltevreden.

Jakarta Masa Ke Masa

  1. Abad ke-14 bernama Sunda Kelapa sebagai pelabuhan Kerajaan Pajajaran.
  2. 22 Juni 1527 oleh Fatahilah, diganti nama menjadi Jayakarta (tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari j adi kota Jakarta keputusan DPR kota sementara No. 6/D/K/1956).
  3. 4 Maret 1621 oleh Belanda untuk pertama kali bentuk pemerintah kota bernama Stad Batavia.
  4. 1 April 1905 berubah nama menjadi 'Gemeente Batavia'.
  5. 8 Januari 1935 berubah nama menjadi Stad Gemeente Batavia.
  6. 8 Agustus 1942 oleh Jepang diubah namanya menjadi Jakarta Toko Betsu Shi.
  7. September 1945 pemerintah kota Jakarta diberi nama Pemerintah Nasional Kota Jakarta.
  8. 20 Februari 1950 dalam masa Pemerintahan. Pre Federal berubah nama menjadi Stad Gemeente Batavia.
  9. 24 Maret 1950 diganti menjadi Kota Praj'a Jakarta.
  10. 18 Januari 1958 kedudukan Jakarta sebagai Daerah swatantra dinamakan Kota Praja Djakarta Raya.
  11. Tahun 1961 dengan PP No. 2 tahun 1961 jo UU No. 2 PNPS 1961 dibentuk Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya.
  12. 31 Agustus 1964 dengan UU No. 10 tahun 1964 dinyatakan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya tetap sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia dengan nama Jakarta.
  13. Tahun1999, melalaui uu no 34 tahun 1999 tentang pemerintah provinsi daerah khusus ibukota negara republik Indonesia Jakarta, sebutan pemerintah daerah berubah menjadi pemerintah provinsi dki Jakarta, dengan otonominya tetap berada ditingkat provinsi dan bukan pada wilayah kota, selain itu wilayah dki Jakarta dibagi menjadi 6 ( 5 wilayah kotamdaya dan satu kabupaten administratif kepulauan seribu )

Walikota dan Gubernur Terdahulu

  1. Suwiryo, Walikota (1945 - 1951)
  2. Sjamsuridjal, Walikota (1951 - 1953)
  3. Sudiro, Walikota (1953 - 1960)
  4. Dr. Sumarno, Mayjen (Purn) TNI AD, Gubernur (1960 - 1965)
  5. Henk Ngantung, Gubernur (1964 - 1965)
  6. H. Ali Sadikin, Letjen (Purn) TNI AL/Marinir, Gubernur (1966 - 1977)
  7. H. Tjokropranolo, Letjen (Purn) TNI AD, Gubernur (1977 - 1982)
  8. R. Soeprapto, Mayjen (Purn) TNI AD, Gubernur (1982 - 1987)
  9. Wiyogo Atmodarminto, Letjen (Purn) TNI AD , Gubernur (1987 - 1992)
  10. Surjadi Soedirdja, Letjend (Purn) TNI AD, Gubernur (1992 - 1997)
  11. Sutiyoso , Letjend (Purn) TNI AD, Gubernur (1997 - 2007)
  12. Fauzi Bowo, Gubernur (2007-2012)

Setelah membaca Sejarah Jakarta dan Jakarta masa ke masa, ada baiknya kita merenung bahwa di balik kemajuan pembangunan yang terjadi di Jakarta, ternyata masih banyak kejadian-kejadian yang sangat menyedihkan dan mengharukan. Contohnya baru-baru ini ada seorang bapak berprofesi pemulung, anaknya yang telah meninggal dunia karena sakit dan tidak mampu untuk membiayai ke puskesmas, bahkan tidak pula mampu untuk memakamkan anaknya ketika anaknya meninggal. Ketidakmampuan seorang ayah itu tidak menarik sedikitpun perhatian dari para pejabat bahwa sebenarnya masih banyak orang yang perlu diperhatikan dan dibantu. Pejabat yang baik adalah pejabat yang selalu memikirkan rakyatnya dan tidak merasa tenang sebelum rakyatnya dapat hidup dengan layak.

Semoga dengan ulang tahunnya yang ke-482, Jakarta menjadi kota yang tidak hanya maju dalam pembangunan saja, tetapi juga maju sumber daya manusianya, menjadi manusia yang seutuhnya yaitu memiliki IMTAK (Iman dan Takwa) dan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.(http://jakartalifesstyle.blogspot.com)

0 comments:

Post a Comment

 
Custom Search