Custom Search

Keberadaan Syaifudin & Syahrir Diendus Berkat Pengakuan Aris Ma'ruf

BEKASI-JAKARTA

http://www.detiknews.com/images/content/2009/10/14/10/ciputat4.jpg

Buron teroris Syaifudin Zuhri dan Mohamad Syahrir akhirnya tewas dalam penggerebekan di Ciputat, Tangerang, Banten. Penggerebekan dua kakak adik ini terendus berkat Aris Ma'ruf yang sebelumnya sudah menyerahkan diri ke Polsek Temanggung, Jawa Tengah.

"Semuanya dari Aris. Yang menyerahkan diri. Dari Fajar terus ke Syaifudin dan Syahrir," kata pengamat teroris Mardigu WP kepada detikcom, Rabu (14/10/2009).

Mardigu mengatakan, Aris menyerahkan diri karena sudah tidak mempunyai dana lagi untuk bersembunyi. "Sudah habis dia. Nggak bisa gerak sana sini lagi. Nggak punya dana," jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Yayasan Prasasti Perdamaian Noor Huda Ismail menyatakan sumber informasi polisi adalah langsung adik dari Mohamad Syahrir. Namun Huda enggan menjelaskan secara rinci nama adik Syahrir tersebut. Dalam daftar nama anak-anak Djaelani Irsyad dan Arsenih, orang tua Syaifudin dan Syahrir, tidak ada nama Aris Ma'ruf.

Menurut Mardigu, Aris Ma'ruf menyerahkan diri pada 2 Oktober 2009 pukul 22.30 WIB. Pada 2006, Aris lolos dari sergapan polisi di rumahnya di Gemawang, Temanggung. Dari rumah itu, polisi menemukan sejumlah dokumen dan bahan peledak.

Aris sendiri diduga terlibat dalam kasus penyembunyian buronan tersangka terorisme yakni Jabir dan Mustaghfirin di rumah kontrakan, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, sekitar Maret 2006. Jabir dan Mustaghfirin adalah buronan kasus ledakan bom Kedubes Australia, Jakarta, tahun 2004.•detik.com

0 comments:

Post a Comment

 
Custom Search