Custom Search

Formasi Kabinet Dipercepat

BEKASI-JAKARTA

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/images/stories/news/20091013a.jpg

RAKOR TERAKHIR Jajaran menteri di bawah koordinasi Menko Kesra Aburizal Bakrie foto bersama seusai rapat koordinasi terakhir menjelang berakhirnya masa jabatan. Paling depan dari kiri ke kanan: Menegpora Adhyaksa Dault, Menegpera Muhammad Yusuf Asy'ari, Menkominfo Muhammad Nuh, Menag Maftuh Basyuni, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensos Bachtiar Chamsyah, Menkes Siti Fadilah Supari, Meneg Permberdayaan Perempuan Meutia Hatta, dan Meneg LH Rachmat Witoelar.


JAKARTA(SI) – Pasangan presiden dan wakil presiden terpilih,Susilo BambangYudhoyono (SBY) dan Boediono,terus bekerja keras menyeleksi figur-figur terbaik untuk ditempatkan dalam kabinet. Mereka berusaha memenuhi tenggat waktu yang sudah direncanakan.

“Sejak pagi saya dampingi Presiden untuk melaksanakan proses pembentukan kabinet.Proses ini akan berlangsung maraton,” kata Boediono dalam keterangan pers di kediaman pribadi SBY, Puri Cikeas Indah, Bogor, kemarin. Ikut mendampingi Boediono, Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng. Menurut Boediono,proses yang saat ini sedang dilakukan adalah meneliti data calon menteri yang masuk, baik diusulkan partai politik maupun melalui mekanisme lain.

”Tentu ini akan terus diteliti oleh Presiden. Tadi saya melihat tumpukan cv (curriculum vitae) yang beliau sendiri akan lihat secara cermat,”ungkapnya. Boediono memastikan, Presiden akan meminta masukannya atas figur-figur calon menteri yang akan dipilih.Selanjutnya dijadwalkan pertemuan semacam interviu antara Presiden dan calon-calon menteri yang sudah diseleksi. ”Kemudian ada tahapan di mana tes kesehatan harus dilaksanakan oleh mereka,”tambahnya.

Selain Boediono, sejak pagi kemarin kediaman SBY didatangi sejumlah orang kepercayaan seperti Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi. Dalam pantauan Seputar Indonesia, Boediono dan Hatta baru meninggalkan Puri Cikeas sekitar pukul 18.25 WIB. Menurut rencana,SBY-Boediono memulai pemanggilan kepada para calon menteri pada Jumat (16/10) mendatang untuk kepentingan interviu serta penandatanganan kontrak kerja dan pakta integritas. Pada 21 Oktober SBYBoediono akan mengumumkan nama-nama anggota kabinet setelah mereka dilantik MPR 20 Agustus mendatang.

Pelantikan anggota Kabinet Indonesia Bersatu II dilakukan pada 22 Oktober 2009 di Istana Negara.Sehari sesudahnya, yakni 23 Oktober, sidang kabinet paripurna digelar. Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memastikan bahwa pemanggilan para calon menteri Kabinet Indonesia Bersatu Kedua akan dimulai beberapa hari menjelang pelantikan dirinya sebagai presiden. “Sebelumnya (sebelum melakukan fit and proper test) akan ada pemberitahuan kepada yang bersangkutan (via telepon) dan melakukan tes kesehatan jiwa,” ujar SBY saat memberikan pembekalan kepada 148 anggota DPR RI dari fraksi Partai Demokrat tadi malam.

SBY menegaskan,hingga saat ini (tadi malam) dirinya sama sekali belum melakukan pemanggilan kepada calon menteri. “Dari kader partai juga belum,”ujarnya memastikan. SBY mengaku telah menerima ratusan nama yang mengajukan diri untuk menjadi menteri.Ratusan CV yang masuk tersebut terus mengalir ke kediamannya. Meski demikian,hanya akan ada 34 orang yang akan terpilih menjadi menteri. Rencananya,Rabu besok Presiden akan memberikan keterangan khusus mengenai seluk-beluk pemilihan menteri di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Kemarin beredar kabar,dalam formasi kabinet kali ini akan ada penambahan kerja wakil menteri pada tiga departemen strategis, yakni Departemen Luar Negeri, Departemen Pertahanan, dan Departemen Dalam Negeri.Namun, belum ada konfirmasi pasti tentang hal itu. Informasi yang dihimpun Seputar Indonesia menunjukkan, di tengah kabinet SBY-Boediono nanti masih akan ditemukan sejumlah tokoh yang masih menjabat menteri saat ini.

Mereka adalah Hatta Rajasa, Sudi Silalahi, Sri Mulyani, Hassan Wirajuda, Mari Elka Pangestu, dan M Nuh. Dari sejumlah nama tersebut hanya Mari Pangestu, Wirajuda dan Sri Mulyani yang masih akan bertahan di posisinya saat ini. Lainnya akan mengalami pergeseran jabatan. Dua Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal juga akan mengalami mutasi jabatan. Andi direncanakan menjadi menteri pemuda dan olahraga menggantikan Adhyaksa Dault, sedangkan Dino akan menjabat duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat.

Sejumlah wajah baru yang bakal dipercaya menjadi menteri di antaranya Marsekal (Purnawirawan) Djoko Suyanto dan Chatib Basri. Djoko Suyanto,mantan panglima TNI ini,diplot menjabat Menko Polhukam, menggantikan Widodo AS yang akan menjadi salah satu anggota dewan pertimbangan presiden. Adapun Chatib Basri akan dipasang menjadi kepala Bappenas. Sementara itu, seiring semakin dekatnya masa berakhirnya Kabinet Indonesia Bersatu, kemarin Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie menggelar “rapat perpisahan”.

Ical yang baru saja terpilih sebagai ketua umum DPP Partai Golkar dan telah memastikan tak lagi duduk di kabinet itu menggelar rapat koordinasi terakhir dengan menteri-menteri yang ada di bawah koordinasinya. Pada kesempatan tersebut dia memaparkan sejumlah pekerjaan yang belum terselesaikan, antara lain pembangunan kembali wilayah Jawa Barat dan Sumatera Barat yang rusak akibat gempa.

Selain itu, program percepatan pembangunan wilayah Sulawesi Tengah, menurut instruksi Presiden, harus selesai pada 2010. Sampai kemarin figur pengganti Ical belum diketahui pasti. Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar disebut-sebut mengincar posisi tersebut.Namun,saat bertemu para ketua DPD Golkar saat Munas Partai Golkar di Riau, Ical sudah mengisyaratkan pekerjaan menko kesra akan dilanjutkan oleh orang Golkar.

Yakin Masuk Kabinet

Di tempat terpisah, sejumlah pimpinan partai koalisi pemenangan pasangan SBY-Boediono masih optimistis SBY akan memilih kader-kader terbaik mereka untuk menjabat menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II. Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar bahkan mengaku sudah bertemu Ketua Tim Pemenangan SBY-Boediono, Hatta Rajasa, dan diminta bersabar menunggu telepon dari Cikeas.

”Saya sudah bicara dengan Pak Hatta Rajasa untuk bersiap-siap menunggu telepon dari Cikeas,” kata Muhaimin kemarin. Pimpinan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga mengaku telah menyodorkan sedikitnya 17 nama kader yang direkomendasikan sebagai menteri. Bahkan Ketua DPP PPP Wan Abubakar meyakinkan bahwa Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali dikabarkan sudah dipanggil ke Cikeas oleh presiden terpilih. Pada saat itulah ke-17 nama itu diserahkan kepada SBY.

”17 nama yang diajukan PPP merupakan figur terbaik yang berasal dari majelis dewan pakar,dewan pertimbangan,pengurus harian dan departemen. Namun tidak mutlak dipilih SBY,” ungkap Wan saat dihubungi Seputar Indonesiakemarin. Sebelumnya Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring juga tidak risau dengan jatah kursi di kabinet.Menurut dia masalah pembagian kursi kabinet susah selesai. “Pembicaraan dengan semua partai sudah selesai sebelum pemilihan presiden. Sudah, tapi tidak enak kami ungkap,”katanya. PKS, menurut Tifatul, menjagokan mantan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menjadi salah satu kandidat menteri di kabinet baru SBY.

Sekretaris Jenderal Hanura Yus Usman menyatakan sampai saat ini tidak ada komunikasi dengan SBY.Hal yang sama disampaikan Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani. Dia mengungkapkan, Gerindra sampai saat ini belum menentukan sikap politik akhir. (rarasati syarief/helmi firdaus/ ahmad baidowi/dian widiyanarko/ant) •seputar-indonesia

0 comments:

Post a Comment

 
Custom Search